Rabu, 14 Januari 2026

LINK UNTUK JOIN TRADING GAES : LEGAL dan DIAWASI BAPPEBTI

  

  https://mifx.com/live/r/sugiatni

(Salin tautan tersebut ke google gaes untuk registrasi pembuatan akun demo maupun akun real)

Info deposit selanjutnya langsung DM 



LEGALITAS PERUSAHAAN 




Bisa di cek melalui www.bappebti.co.id 
Perdagangan Berjangka Komoditi 
PT. Monex Investindo Cabang Bali





Senin, 05 April 2021

Kalki Awatara Dalam Kitab Hindu, Benarkah Dia Nabi Muhammad Yang Dinanti Ummat Hindu?


Setelah beberapa kali saya mendengar kisah mualaf yang dahulunya beragama Hindu masuk Islam dikarenakan kisah Kalki Avatar dalam Kitab Weda, disaat itulah saya pribadi mulai penasaran akan eksistensinya. Beberapa hari yang lalu, saya juga pernah memposting di FB saya terkait link dari akun youtobe tentang cucu Pendeta Hindu tertinggi di Bali yang temukan Islam dari Kitab Weda.

Isi Weda tersebut bahwa disebutkan umat Hindu sebenarnya menunggu datangnya seorang “pembimbing dan pemimpin” yang disebut “Kalki Avatar".

Kalki Avatar diyakini akan menjadi panutan umat manusia. Berikut langsung saja kita kupas tentang Kalki Awatara atau biasa disebut Avatar dalam Kitab Weda yang nantinya akan diselaraskan dengan Kisah Nabi Muhammad SAW dalam kitab suci Al Qur'an.

1. Dalam Purana (salah satu kitab Hindu), disebutkan bahwa Kalki Avatar adalah utusan terakhir dari Tuhan yang akan membimbing seluruh umat manusia.

2. Menurut prediksi agama Hindu, kelahiran Kalki Avatar akan terjadi di Semenanjung.

3. Disebutkan, bahwa kalki Avatar lahir dari seorang ayah bernama VISHNUBHAGAT dan ibu bernama SUMAANI.

4. Dalam buku agama Hindu, disebutkan bahwa makanan pokok Kalki Avatar adalah kurma dan zaitun, dan ia akan menjadi orang yang paling jujur dan dipercaya di daerahnya.

5. Dalam Weda (Kitab suci agama Hindu) disebutkan bahwa Kalki Avatar terlahir dari keturunan terhormat.

6. Disebutkan bahwa Tuhan akan mengajarkan Kalki Avatar melalui utusannya dalam sebuah gua.

7. Tuhan akan menyediakan Kalki Avatar kuda yang sangat cepat untuk berkendara dan naik ke langit ke-tujuh.

8. Tuhan akan membantu Kalki Avatar dengan bantuan ghaib dalam peperangan.

9. kalki Avatar dilahirkan pada tanggal 12 dalam sebuah bulan.

10. Kalki Avatar adalah penunggang kuda dan pemain pedang yang mahir.

Merujuk pada kriteria-kriteria tersebut, penulis mencoba mengulasnya satu persatu tentang ciri-ciri “Kalki Avatar” yang bahkan Sang Penulis buku pun mengatakan bahwa kriteria-kriteria ini sangatlah mirip dengan apa-apa yang di baca tentang Muhammad sang Rasul terakhir.

Dimulai dari:

10. Kalki Avatar adalah penunggang kuda dan pemain pedang yang mahir.

- Menurut sejarah dan tarikh yang berasal dari riwayat-riwayat yang shahih, dikabarkan bahwa Muhammad adalah seorang yang sangat mahir menggunakan pedang dan menunggang kuda, bahkan Beliau (Muhammad) sendiri memerintahkan pada anak-anak muda laki-laki untuk mempelajari dua hal tersebut, ditambah dengan berlatih memanah dan berenang.

9. kalki Avatar dilahirkan pada tanggal 12 dalam sebuah bulan.

- Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabiul-awwal.

8. Tuhan akan membantu Kalki Avatar dengan bantuan ghaib dalam peperangan.

- Lihat: Kitab suci Al-Qur'an (Kitab suci umat Islam) pada surat At-Taubah ayat 26 dan juga surat-surat lain yang membahas tentang perang Badar (nama sebuah peperangan dizaman Muhammad yang berasal dari nama medannya, yaitu tanah Badar), Allah (Tuhan) berfirman:

(26) Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang mengingkari, dan demikianlah pembalasan pada orang-orang yang mengingkari.

7. Tuhan akan menyediakan Kalki Avatar kuda yang sangat cepat untuk berkendara dan naik ke langit ke-tujuh.

- Lihat ayat-ayat di dalam kitab suci Al-Qur'an pada surat "Bani Israil" ayat 1, dan surat "An-Najm" ayat 13-15 (Surat-surat yang membahas tentang Isra' Mi'raj), dan ada pula beberapa hadist (Kitab suci kedua umat Islam) shahih yang membahasnya (Isra' Mi'raj).

6. Disebutkan bahwa Tuhan akan mengajarkan Kalki Avatar melalui utusannya dalam sebuah gua.

- Dalam banyak sejarah dan riwayat dari tarikh yang shahih, disebutkan bahwa Muhammad mendapatkan wahyu pertamanya di dalam sebuah gua dipinggiran kota Mekkah yang bernama gua Hira', Beliau dibimbing oleh Malaikat Jibril (Gabriel).

5. Dalam Weda (Kitab suci agama Hindu) disebutkan bahwa Kalki Avatar terlahir dari keturunan terhormat.

- Muhammad berasal dari keluarga Hasyim, sebuah keluarga terhormat dikalangan suku terhormat (Quraisy) bangsa Arab kala itu. Bahkan konon tampuk kepemimpinan tertinggi Kota Mekkah dimasa itu hanya boleh dibawa oleh seseorang terpilih dari Klan/Keluarga Hasyim saja.

4. Dalam buku agama Hindu, disebutkan bahwa makanan pokok Kalki Avatar adalah kurma dan zaitun, dan ia akan menjadi orang yang paling jujur dan dipercaya di daerahnya.

a. Makanan pokok orang Arab dimasa Beliau (Muhammad) adalah Kurma dan Zaitun.

b. Gelar Al-amin (arti: yang dipercaya) didapatkan nabi Muhammad Saw dari masyarakat Arab sebelum beliau diutus sebagai Rasul karena beliau terkenal dengan kejujurannya serta tak pernah berbohong seumur hidupnya.

3. Disebutkan, bahwa kalki Avatar lahir dari seorang ayah bernama VISHNUBHAGAT dan ibu bernama SUMAANI.

- Jika kedua nama itu diartikan dalam bahasa Indonesia, maka akan ditemukan hal yang sangat mengesankan, yakni:

a. VISHNU (artinya Tuhan) + BHAGAT (artinya Hamba) = Hamba Tuhan.

Yang dalam bahasa arab adalah "Abdullah" yang berarti Hamba Tuhan.

b. SUMAANI (berarti kedamaian).

Sedangkan dalam bahasa arab adalah "Aminah" yang berarti Kedamaian.

Artinya nama ibu Kalki Awatara dan nabi Muhammad itu artinya sama jika di terjemahkan dalam bahasa Indonesia.

2. Kelahiran Kalki Avatar akan terjadi di Semenanjung.

- Bahkan menurut keyakinan agama Hindu sendiri berdasarkan penafsiran para Brahma mereka, kawasan yang diramalkan ini adalah Arab.

1. Dalam Purana (salah satu kitab Hindu), disebutkan bahwa Kalki Avatar adalah utusan terakhir dari Tuhan yang akan membimbing seluruh umat manusia.

- Dalam keyakinan umat Islam yang di dasarkan pada dua kitab suci mereka (Al-Qur'an dan Hadist shahih), nabi Muhammad adalah Rasulullah/Utusan pembawa pesan Allah (Tuhan) yang terakhir.

Jadi kesimpulan penting yang dapat di ambil  adalah, jika semua kriteria Kalki Awatara tersebut merujuk pada diri nabi Muhammad Saw, maka seharusnyalah umat Hindu tidak perlu menunggu beliau datang di dunia. Karena sang pemimpin besar ummat Hindu itu telah melaksanakan tugasnya di dunia pada 14 abad yang lalu.

Semoga bermanfaat

Salam kedamaian 








Sabtu, 02 Januari 2021

Ketika Imanku Mulai Tergoyahkan Iblis


Setahun yang lalu, aku pernah sempat bersungguh-sungguh menjadi perempuan yang baik, tertutup, bahkan pernah berniat  menjadi perempuan solehah seperti ukhty-ukhty yang pernah kutemui. 

Namun di tengah-tengah perjalananku, aku mengalami kekecewaan yang begitu mendalam. Banyak hinaan dan kata-kata yang menjatuhkan tertimpa pada hidupku. Bahkan byk org2 munafik yg aku temukan di sela hijrahku. Perjalanan saat-saat kecewa ini jika dituliskan di blog, mungkin akan sangat panjang untuk dibaca karena terlalu banyak kisahku selama setahun ini.

Dan untuk saat ini, aku memilih untuk membagikan sedikit dari kisah hidupku yang cukup dramatis setelah berkecimpung melakukan gerakan ini. Sering kali air mataku terjatuh tanpa bersuara. Terkadang, aku sedikit malu untuk menceritakan dampak ini semua. Tapi niatku, tulisan ini hanyalah untuk dijadikan  bahan renungan dan sebagai bahan pelajaran bagi kita semua, terutama aku pribadi agar berhati-hati dalam melakukan apa pun itu.

Kali itu .. aku berusaha berfikir positif pada Tuhanku. "Mungkin inilah yang dinamakan dengan cobaan menuju hijrah." Fikirku sepontan. Aku pun terus melangkah, tidak peduli yang membenciku menyuarakan  dokrin keagamaan ini banyak .. baik teman Organisasiku di HMI dan BEM, ataupun dikalangan keluargaku sendiri. Aku tidak peduli sama sekali. Sama sekali.

Aku berkali-kali mencoba untuk bangkit, terus menerus menyuarakan dan menyebarkan doktrin keagamaan yang aku yakini kesohehannya. Namun tetap dianggap RADIKAL oleh sebagian orang yang kutemui. 

Tidak apa, ini baru permulaan.. hatiku meyakinkan. Hingga beberapa teman-teman di Organisasiku berhasil aku mendoktrin mereka di suatu forum LK2. Mereka adalah orang-orang elite, bahkan paska LK2, salah  satu dari mereka  menjabat sebagai ketua DPM di Universitas Mataram.

Aku berharap pergerakanku ini diridhoi oleh Tuhanku, aku mencoba membangunkan diri ditengah malam secara rutin, aku membuka ayat-ayat suci dengan membaca tafsirannya, menangis sempat kulakukan sambil mencium haru Al Qur'an, rasa syukurku kuucapkan, bahkan berpuasa sunnah tak lupa kuusahakan. Aku benar-benar yakin, pergerakan yang kulakukan ini sangat mulia. Kuserahkan raguku, hidupku bahkan matiku pada Tuhan. BERJIHAD, itulah yang terlintas dalam benakku untuk siap dalam perjuangan ini. Semua ibadah tambahan yang kulakukan ini tidak lain untuk menyelaraskan pergerakanku dengan ibadahku yang belum maksimal sebelumnya.

Aku pernah satu kali mengikuti kajian intensif pada malamnya, namun aku malah memberontak di sana. Kecewa, lagi-lagi aku kecewa terhadap oknum yang membedakan Organisasi yang satu dengan yang lainnya. Jujur, bertubi-tubi aku ditanya-tanya, hingga emosiku sempat meluap, dan mencoba membantah argumentasi pembimbingku, aku tak suka melihat orang-orang yang merasa paling benar diantara lainnya meskipun ia melakukan sesuatu kebenaran. "Ya Allah, aku benar-benar ingin berada digarda perjuangan ini memang, tapi gak mesti aku harus berkecimpung di dalam Organisasi ini kan? Tunjukilah jalan-Mu yang Engkau ridhoi ya Allah." Hatiku berkata sambil mengusap pelan air mataku meninggalkan posisi mereka. 

Beberapa hari kemudian, Tuhan mempertemukanku dengan pembimbing laki-laki. Lagi-lagi aku kecewa terhadapnya. Seolah-olah Tuhan menjadikanku sebagai hamba yang dikirimkan untuk membongkar kemunafikkan di balik jubah-jubah agama selama ini.

 Astagfirullah, kali ini aku benar-benar kecewa, karena ini bukan hanya manusia yang ia permainkan, melainkan Tuhan dan Rasul-Nya. Kalian pernah membaca novel "Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur!" itukah? Sosok sosok seperti itulah yang kutemui ditengah-tengah perjalananku. 

Dan bahwasannya aku sendiri menyadari, ruang-ruang kemaksiatan itu semakin membuka kesempatan untukku. Kenapa? Kenapa banyak oknum-oknum yang menjadi seperti demikian setelah melakukan pergerakan ini? Barangkali aku adalah pelaku yang terkesan munafik. Jika Kiran melampiaskan diri menjadi Pelacur setelah kekecewaannya, justru aku melebihi maksiatnya kiran waktu itu. Aku justru menjadi syirik. Dukun-dukun aku datangin. Untuk mengeluarkan jin-jin yang dikirimkan laki laki Hindu  yang menjadi kekasih pertamaku kali itu.

Sejak SMP SMA aku tak pernah mau berpacaran sebenarnya, puluhan laki laki di sekolah dan di kampungku aku tolak, demi  prinsif hidup yang kuat saat itu jua. Tapi kali ini, aku rapuh, aku berhasil di taklukkan dengan ilmu pelet peletnya melalui makanan yang ia sendiri masakkan di rumahnya.

Tuhan, aku mencoba kembali mengingat Tuhanku setelah beberapa hari kejadian itu. Apa yang sebenarnya telah kulakukan? Sifat-sifat ramahku menjadi sedikit hilang. 60% keadaanku berubah menjadi tidak stabil. Emosiku berkali-kali meletup tanpa sebab yang jelas. Belum lagi soal raga dan batinku yang merasa tersiksa. Apakah ini, dampak serangan jin jahat yang menguasai tubuhku? Berkali-kali aku mendatangi sesuatu yang membuat imanku memudar. Rasanya dihipnotis, padahal .. aku pada dasarnya tahu bahwa yang kulakukan ini bertentangan dengan ajaran agamaku.

Tetapi aku semakin menghamba pada selain Tuhanku, aku malah memberikan tumbal ayam jantan kepada jin, menyiapkan sesajen, rokok hitam, beras kuning dan lain-lain di dalam rumahku untuk dipersembahkan kepada jin-jin yang ada ditubuhku, bahkan aku sempat meyakini benda-benda hitam lainnya yang dapat menolongku. Kakakku marah besar setelah mengetahui perbuatanku yang aneh-aneh akhir itu, ia menyuruhku untuk mandi taubat, solat taubat, ia menyuruhku dengan  tegas untuk menghentikan perbuatanku yang bergantung pada benda yang seolah-olah menjadi Tuhanku saat itu. Sambil menangis. aku memohon ampunan pada Tuhanku dengan mengulang-ngulang kalimat syahadat. 

Jika pergerakan ini tidak Engkau ridhoi, ya Tuhanku. Buatlah aku seperti semula yang tidak terobsesi dengan gerakan-gerakan semacam ini? Aku pun menemukan hadis Rasulullah SAW. Ternyata ummat-ummat semacam ini telah di sabdakan akan bermunculan di akhir zaman. Awalnya aku tak percaya hadis ini, tapi ternyata .. Allah sendiri yang membuat aku melihat dengan sendirinya, bahkan akulah barangkali ummat yang digolongkan munafik itu. Kita seolah-olah menganggap perbuatan kita ini benar, tapi belum tentu benar di mata Tuhan karena terlalu melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang salah akan perannya pemerintahan kita sendiri. 

Bagiku, ini adalah suatu permasahan besar dari zaman Kiran hingga zamanku saat ini. Cobaan yang kulalui menjadikanku bukan malah semakin membaik tapi malah semakin memburuk kurasakan. Bukan hanya permasahan di oknum-oknum tersebut yang kurasakan. Namun di kalangan keluargaku berefek samping karena mereka tak suka dengan pergerakanku yang teramat radikal. Masalahku dikeluarga bukan semakin membaik, tapi justru sebaliknya.

Kata orang, ketika cobaan datang menghampiri, tidak ada gunanya marah-marah, tidak ada gunanya berkeluh kesah, tapi cara yang paling ampuh adalah berdoa. Berdoa? Itu yang kulakukan demikian. Apa benar, doa itu mengalahkan segalanya? Aku kali ini ingin agar doa itu menjadi cara untuk membuka anugrah Tuhan dalam hidupku, dalam kuliahku, dalam pekerjaanku, dalam keluargaku, dalam usaha dan dalam setiap hal di hidupku. Karena dengan kecewa dan berdoa, aku dapat menangis dan mengadu kepada Tuhan. 

Iya .. kata orang doa memang bisa menyembuhkan, doa memang bisa membawa keajaiban.. tapi apa yang terjadi jika doa kita tidak kunjung ada jawabannya?

Salahkah diriku?

Kalau mungkin semua itu membuat aku bertanya-tanya

Kenapa Tuhan kok gak menjawab doaku?

Kenapa Tuhan kok tega?

Kenapa Tuhan kok gak membantuku?

Dimanakah dia? Saat aku sangat membutuhkannya

Salahkah aku, kalau iman yang selama ini tegar bagai batu karang mulai terkikis ..  karena keraguan

Dan kini, imanku sudah berhasil tergoyahkan

Jika di masa hidupku imanku pernah merasa goyah. Dan kepercayaanku sedikit pudar, itu adalah sesuatu yang wajar kah? wajar jika aku melakukan dosa, wajar jika aku melakukan sesuatu yang membuat hidupku semakin dekat dengan kehancuran. Karena aku manusia, aku ingin merasakan hinaan dalam hijrahku, dan aku ingin tau rasanya dihakimi jika berbuat kesalahan, berbuat dosa yang pernah kulakukan. Sekali-kali, melanggar perintah Tuhan itu apakah salah? 

Salah diri sendiri pasti sudah ketentuanya, berbuat kebaikan saja terkadang aku bisa disalahkan oleh orang lain, bagaimana jika aku pernah melakukan kesalahan yang benar-benar pernah kulakukan? Dunia, dunia, sekarang aku sudah mengerti rasanya menjadi sosok iblis yang dihinakan sebagian ummat manusia. 

Dari kejadian itu, seolah-olah aku ingin merangkul semua iblis, syaitan ataupun makhluk gaib lainnya bernama jin. Aku rela tersiksa untuk belajar mencintai dan belajar berdampingan dengan mereka meskipun aku bukan dari golongan mereka untuk sementara waktu.

Iya, aku hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan, penuh dosa, penuh kemaksiatan. Dan dunia tempatku berada ini dihuni oleh ketidaksempurnaan yang membuatku kecewa dan mengecilkan imanku.

Maka dari itu, Tuhan pun berkata

"Asalkan kamu memiliki iman sekecil biji sawi saja, itupun sudah cukup untuk bisa menghasilkan kuasa yang luar biasa."

Tapi iman yang kecil itu, apakah aku bisa besarkan kembali?

Aku memilih untuk menjalani hari demi hari di hidupku dengan iman, meskipun dicampur dengan perasaan bersalah. Dan tidak peduli sesulit apapun hidup ini saat ini, aku berharap itu tidak menghentikan langkahku untuk tetap berbuat sesuatu dan bahkan menjadi sumber berkat bagi sesama kedepannya.

Aku ingin selalu hidup dengan iman, tapi kapan hidup dengan perasaan bersalah ini menghilang?




Rabu, 11 November 2020

Kisah Nyata Novel "Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur"


Sebuah kisah nyata yg dikisahkan dalam novel "Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur!" 

Kisah ini menceritakan memoar luka seorang Muslimah yg awalnya bersungguh-sungguh ikut terlibat dlm membangun Negara yg berkonstitusi dari Tuhan.

Namun ditengah2 perjalanannya, ia kecewa dg beberapa oknum. "Win, km serius ingin menegakkan syariat2 Tuhan skrg? Hati2 km Win, takutnya nantik km bakalan spt Kiran dlm novel yg melampiaskan diri menjadi pelacur ketika mengalami kekecewaan."

Kata beberapa tmn2 Organisasiku di HMI, tmn2ku di kelas, yg kerap sekali mengingatkanku akan bahayanya gerakan tersebut. "Hahahaha." Aku pun kadang tertawa kadang tersenyum lucu menanggapi perkataan mereka yg mengingatkanku bbpra kali. "Gila kamu Win lama2 .. kemarin km nyanyi2 di gereja sama temen2mu yg tdk seiman dgmu. Ehh skrg, tiba2 km berubah ingin menegakkan syariat Tuhan di dunia ini. Mimpi km Win?" Celotehan tmn2ku sambil ketawain diriku yg dg memantapkan diri, meyakinkan mereka, bahwa inilah aku. Aku yg dulu bukankah yg skrg huff. 

Iya, aku adalah Winda Sugiatni. Org bilang, aku tipe cewe ramah kadang cuek tapi plin plan di Lombok Tengah, dilihat dari sekolah saja sering sekali pindah2 kali ya makanya aku di kira begitu hmm, pergaulan juga spt bunglon. Bgtulah aku. Semua serba plin plan. Katanya.

"Tapi ini adalah jalan dakwah. Aku gk mau main2 dg agama. Ini urusannya bkn dg manusia. Ini dg Tuhan langsung dan Kekasih-Nya Muhammad." Hatiku meyakinkan.

Satu kali aku kecewa, tetap tegar, dua kali tetap mengusap air mata. Tiga kali, menangis di tempat umum pun pernah kulakukan krna dicaci dan dimaki tapi aku msh bertahan demi sebuah keyakinan. 

Aku semakin penasaran dg novel trsb. Bahkan aku direkomendasikan oleh katingku utk membaca novel trsb. Katanya kisah itu adalah kisah nyata. Bgmna mungkin? Aku bertubi2 bertanya kpdnya melalui WA. Ia menjelaskan bhwa novel itu juga ia dptkn dari seniornya. "Jd bgini Wind, seniorku ini ia dosen, ia prnh ke luar pulau Lombok dan bertemu dg penulis novel trsb. Muhidin M Dahlan, katanya novel yg ia tuliskan trsb sbnrnya kisah nyata win. Dan sosok Kiran ini msh hidup skrg katanya dlm seminar trsb." Kira2 bgtulah penjelasan kating laki2 yg satu prodi dgku. Ia juga prnh kecewa dg bbrpa oknum di Organisasi. Shg ia memutuskan diri utk tdk berorganisasi keagaamaan. Berdamai dg diri sendiri lbh baik menurut perspektifnya.

Aku semakin penasaran dg novel yg blm sempat terfikirkan bhwa kisah novel trsb adlh kisah nyata yg dikisahkan. Aku  pun akhirnya membacanya secara keseluruhan dlm waktu 2 hari langsung tuntas. Degg, ternyata hampir apa yg dilalui sosok Kiran dlm novel trsb juga pernah aku rasakan. Kekecewaan yg bgtu mendalam.. bahkan lbh dlm dari lukanya Kiran yg kurasakan. 

Tuhan menguji kesungguhan kita dg hal yg sama dan berbeda Kiran. Ternyata begini rasanya di posisimu. Aku gk akan tercengang ketika km memutuskan menjadi pelacur. Km gk salah Kiran . . km gk salah. Hatiku kdg menangis membayangkan sosok Kiran yg mengorbankan sglanya. Hingga imannya semakin mengikis perlahan2.

Kiran, km udah bersungguh-sungguh mengabdikan diri pd Tuhan .. kita sama Kiran. Km pernah kecewa bbrpa kali dg okmun2 yg terlihat alim di dpn publik namun munafik? Iya, kita sm Kiran. Aku juga prnh. Prnh sgt kecewa dan gk menyangka. Jk aku ksh tau yg lain mungkin mustahil yg mrka katakan.

 "Munafik!!" Kata2 kejamku terlontar pd oknum yg bergerak menyuarakan tegaknya hukum2 Tuhan." Aku tak mau mendengarkan penjelasanya lagi. Bertubi-tubi ia membujukku tapi aku abaikan. Hingga ia tak bisa tidur, hatinya terasa teriris silet mendengarkan kata2 tajamku yg tumben keluar ke arah org lain. Sambil menangis,, mengingat perjuangan Rasulullah SAW. "Ini bkn manusia yg km dan kalian permainkan, tapi Tuhan." Kataku berlinangan air mata.

Bahkan .. sakitnya km Kiran. Melebihi sakitku yg trs2an bermasalah dg manusia .. aku blm siap menceritakan kisahku yg sama kejamnya dg kisahmu Kiran .. kurasa ini blm waktunya. Tuhan pun memberikanku karma setelah masalah trsb kulalui.

Akhirnya .. aku terkesan menjadi perempuan yg munafik di balik jubahku yg menutupi sgla tubuhku .. Kejadian itu pun terjadi setelah aku heran terhadap oknum yg pernah kueksekusi.

Semakin hari semakin menjadi-jadi nasifku, terasa tubuhku malas beribadah, semakin mudah jin masuk ke tubuhku. Semakin ku mencintai IBLIS. Kulepas jilbabku di tempat umum, aku kembali mewarnai rambut hitamku, di dpn publik pun aku berpakaian seksi kembali. Dan tidak lagi memakai pakaian-pakaian berjubah besar itu .. aku sumbangkan pakaian2 bergamis itu ke korban gempa bumi. Aku berhenti memakai pakaian berjubah besar itu, dan itu aku lakukan karena semata2 aku tak ingin terkesan pakaianku saja yang suci namun tidak dg kelakuan yg menafik.

Duhh spt orang gila rasanya. Sgt gila.  dan sgt plin plan .. "Ini jin yg merasuki tubuhku  bukan? Bukan aku kan ini?". Plakk!! Kuhempaskan tubuhku di atas kasur dan membayangkan diriku yg spt ini jadinya.

Kiran .. beginikah rasanya ktka niat baikmu tak dihargai oleh manusia lainnya? Km mengajariku utk mencintai IBLIS, ternyta bgni rasanya. Sekali2 .. berteman dan menyanyangi iblis aku lakukan agar aku juga tahu pahit manisnya kehidupan hitam dan putih dunia fana. 

Hidup terasa membosankan kalau lurus2 saja bukan? Dan kau tlh merasakannya sebelumnya? Setiap air mata yg kau keluarkan hanya dirimu dan Tuhan yg tau btpa pedihnya. Betapa hancurnya dirimu brda di posisi yg serba salah. Sakitt rasanya. Sakit. Tapi Kiran .. kau tdk terluka sendirian syg.

Aku gk menyalahkan keadaan. Aku gk menyalahkan pergerakan apapun. Aku gk menyalahkan Tuhan. Dan aku skrg gk berani menyalahkan oknum. Aku takut karmanya menimpaku lg. Dan inilah takdirku. Yang hrs kupikul pelan risikonya.

Rasanya hidup ini spt bermain drama, gk semua mulus kita lalui .. ketika kita bersungguh2 menjadi pribadi yang lebih dekat dg Tuhan, iblis pun berbagai macam cara untuk mencobai keimanan kita. Utk kalian, jgn lupa baca novel ini ya.. "Novel Tuhan, izinkan Aku Menjadi Pelacur! Karya Muhidin M. Dahlan.

Jgn ikuti sisi galapku yg dpt menjerumuskan kalian ke lubang penyesalan. Tapi coba ambil hikmahnya.





Jumat, 01 Mei 2020

Refleksi Masa Depan Dalam Menjawab Tantangan Zaman

Refleksi Masa Depan Dalam Menjawab Tantangan Zaman
Oleh : Winda Sugiatni
        


Dunia dan seisinya, kini telah mengalami guncangan hebat oleh makhluk Tuhan tak kasat mata bernama Corona. Pandemi global terkesan semakin memburuk, krisis terpapah yang bisa ditanggungkan umat manusia. Virus Corona, penyakit jenis baru yang masyarakat tanya-tanyakan kapan ini semua akan berakhir?

Berbagai prediksi dari ilmuan seluruh dunia pun kemudian muncul. Masing-masing memperhitungkan kapan pandemi  
virus Corona ini berakhir. Namun jawabannya masih abu-abu. Penulis terus menyoroti apa yang terjadi pada negara dan sistem politik sebelum Corona ini merubah tatanan dunia global.

Kebiasaan berubah akibat tabiat baru setelah work from home merebek, pembelajaran via online terjadi, lockdown, dilarang mengkitisi pemerintah, dilarang mudik, sebar hoax dipenjarakan. Pemakaman jenazah Covid19 ditolak karena takut penularan. Perawat diasingkan, bahkan diusir dari kosnya sendiri. Tidakkah rakyat perlu memahami lebih dalam lagi akan rencana Tuhan di balik Corona yang diturunkan untuk mengingatkan isi dunia yang penuh sendiwara?

Sebuah negara, membutuhkan sistem yang baik serta pemimpin yang pro terhadap kebutuhan rakyatnya. Terlebih dalam kondisi musim Corona yang mengharuskan rakyat untuk mengubah beberapa profesinya, karena krisis, PHK dan sebagianya. Realita yang sering terjadi di tanah air ini pun berbagai program politik mengatasnamakan konstitusi, tetapi peraturan yang dibuat justru kebanyakan kontradiksi dengan rakyat. Itu berarti telah memanipulir  mandat yang diberikan oleh para pengikut untuk kepentingan sekelompok elite.

Kepemimpinan inilah yang tidak kondusif bagi pendekatan egalitarisme. Contoh permasalahan yang menggerogoti rakyat sebelum Corona menyerang Indonesia yaitu BPJS naik dua kali lipat preminya, pendidikan semakin mahal, pembatasan disabilitas yang bergerak diranah publik CPNS, pajak dinaikkan untuk membantu menggaji aparat Negara. Dan peraturan lainnya yang masih kontradiksi dengan kehendak rakyat. Bahkan menurut salah satu anggota DPR yang mengikuti rapat bersama DPR-RI, bahwa peraturan semacam itu telah melanggar sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Belum lagi permasahan di skala Internasional, ummat Muslim di dunia telah terzholimi, di Palestina, Uighur, Rohingiya, di India mereka dirampas kebebasannya untuk beribadah. Bahkan pemerintahan di India sekali pun telah mengeluarkan Undang-undang anti terhadap Islam. 

Dimana pemimpin-pemimpin yang mengatakan dirinya adil Maha Perkasa? Dimana Mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang selama ini mengagung-agungkan pemimpin-pemimpin dunia yang berada di bawah naungan sistem Kapitalisme? Kenapa mereka hanya diam melihat kezholiman yang merajalela? Sesungguhnya diam melihat kezholiman adalah zholim. 

Seharusnya, kita tidak cendrung menggunakan logika oposisi dalam melihat permasalahan. Tapi menggunakan oposisi yang seimbang, bagaimana kita harus menyeimbangkan kritikan dengan solusi. Bukankah Tuhan sendiri yang berjanji bahwa tidak akan ada masalah yang diturunkan kecuali akan ada solusinya bukan.

Kembali lagi kepada kitab yang menjadi pedoman, yang menjadi obat dan solusi bagi seluruh ummat manusia. Corona, adalah salah satu wabah yang dapat merusak kehidupan manusia. Bukankah segala kerusakan yang terjadi di muka bumi ini tidak lain dikarenakan atas dasar ulah tangan manusia itu sendiri? Di masa depan, manusia dan dunia akan mencapai puncak kejayaannya. Al-Qur'an menegaskan mengenai  tujuan alam semesta dan bagaimana puncak takdir manusia. Fitrah manusia hidup sebagai satu kesatuan yang akan kembali kepada kebenaran. Sebagaimana termaktub dalam QS 30:41.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Kita hidup pada zaman yang penuh konsfirasi. Terkadang menganggap keburukan adalah kebaikan, menganggap kebaikan sebagai kejahatan, menganggap fakta sebagai hoax, menganggap hoax sebagai fakta, yang menyampaikan kebenaran di hina dan di hujat, begitu pun sebaliknya, yang menyesatkan bangsa justru di puja puji manusia tertentu di akhir zaman. Atau bisa jadi menganggap solusi sebagai permasalahan. 

Sama halnya dengan sistem Khilafah  yang ditawarkan telah dianggap akan menimbulkan malapetaka yang lebih lagi. Bukankah sistem tersebut telah terealisasaikan mampu mensejahterahkan rakyat selama 13 abad lamanya? Dengan  mencapai 200 kasus selama 13 abad tersebut? Mari kita kembali membuka sejarah. Kemudian lihatlah, kasus-kasus yang terjadi dalam sistem Kafitalisme saat ini di dunia. Dalam satu tahun telah mencapai berapa kasus kejahatan? Jika kita telah membandingkan dan bisa mencerna sistem yang lebih ideal. Kenapa pemuda saat ini hanya bisa mengkitisi saja? Tanpa mau mencoba beralih ke sistem yang lebih ideal dari saat ini? Atau pemuda saat ini takut kehilangan hobinya turun ke jalan dengan lebel memperjuangkan rakyat itu? Atau memang takut terhadap penguasa-penguasa, takut akan kembali terjajah oleh bangsa kolonialisme. Penulis rasa, pemuda-pemudi hari ini telah terpinggirkan. Suaranya terkadang bisa dibungkam saat mengkitisi pemimpin dan negara.

Tiba-tiba krisis Ekonomi terjadi. Harga dolar naik. Proksi word dimulai. Tiba-tiba UU yang mau disahkan tanpa dasar kehendak rakyat. Ujung-ujungnya yuk kita demo. Gak demo gak aktivis, gak keren, gak berjuang. Sangat lucu memang negara dibawah sistem kapitalisme ini, hukuman pun bisa dibeli dengan uang. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Politik-politik di bawah sistem sekarang ini memang telah carut marut. 

Penulis sepakat bahwa pada dasarnya, semua sistem yang dibangun merupakan sistem yang baik. Baik itu sistem Kapitalisme, Sekulerislme, Pan-Islamisme dan isme-isme lainnya. Tetapi mengapa bisa terjadi kecurangan dan kebobrokan? Karena pada awal mendirikan sebuah sistem yang niatnya sebagai wadah untuk kemaslahatan umat, tetapi dalam pratiknya justru malah menimbulkan malapetaka. Karena terngiang dengan segala tipu daya dunia yang menggairahkan penguasa. 

Yang berkuasa semakin berkuasa, yang tertindas semakin tertindas. Makhluk mikrokosmos pun tak lagi bisa berbuat apa-apa diakhir ini. Sehingga sekarang, Tuhan sendiri yang turun tangan mengingatkan dunia dan seisinya melalui Corona. Sudah saatnya rakyat harus merenungi, memikirkan, mengahayati hikmah di balik Corona yang mengganaskan. Sebagai umat yang bergerak dalam Organisasi yang berlandasakan Keagamaan. Penulis rasa inilah saatnya kembali ikut terlibat dalam penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan, baik skala Nasional maupun skala Internasional. Meskipun hanya sekedar melalui tulisan. Saat ini permasalahan keumatan dan kebangsaan masih terus terjadi. Apakah memang benar, adanya Corona ini merupakan skenario akhir sejarah dari zaman post truch? 

Pemimpin yang diharapkan, adalah pemimpin yang otoriter tapi bijaksana. Artinya yang memutuskan keputusan atas dasar kepentingan bersama (yang dekat dengan Tuhan-Nya). Dan penulis rasa selama membuka sejarah, pemimpin-pemimpin yang diharapkan seperti demikian terdapat dalam kepemimpinan sistem Khilafah.  Sistem dan pemimpin yang baik merupakan solusi paska Corona ini berakhir. Maka kita juga tidak boleh pesimis untuk mencoba melakukan sebuah peradaban baru menuju umat yang sejahtera. Namun tawaran sebagian pemuda hari ini juga bukan semata-mata karena kehendak golongan saja. Tetapi menuju kebangkitan kedua umat inilah yang juga pernah dibisyarohkan atau dijanjikan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Bahwa kelak, akan ada suatu masa  pemerintahan diakhir zaman yang sistem pemerintahannya sama seperti beliau. Tetapi sebelum semuanya terjadi akan ada terlebih dahulu masa kepemimpinan yang pemimpin-pemimpinnya itu adalah pemimpin-pemimpin yang zholim (pase ke empat). Dan lihat sekarang, banyak kan pejabat pejabat daerah kita yang terlibat kasus korupsi? 

Saat ini memang dapat dirasakan oleh semua kita rata-rata. Dan adanya kezoliman terhadap ummat Muslim di dunia sebenarnya konsekuensi dari ketidak adanya negara Khilafah yang melindungi. Dalam negara Khilafah, satu ummat muslim/non Muslim yang berada dalam naungan Khilafah  terzolimi, maka negara Khilafah itulah yang disalahkan dan khalifahnya harus mengelurkan jihad. Karena memelihara nyawa manusia diwajibkan. Sebagaimana dalam Al Qur'an surat Al-Maidah ayat 32. Menghilangkan satu nyawa tanpa uzur sangat dilarang karena sama saja dengan menghilangkan seluruh nyawa di dunia ini. 

Indonesia, sejak merebut kemerdekaannya dari negara-negara impralisme telah menganut sistem pemerintahan dari masa orde lama, orde baru menuju era reformasi. Tetapi penulis pribadi juga melihat sejarah yang dari tahun ketahun tersebut masih sama kontinue kondisinya. Sama-sama mahasiswa sering mengkritik pemerintahan, konsolidasi, kemudian demonstrasi bersama rakyat yang tertindas. Mereka para pemimpin-pemimpin kita juga sama, sama-sama mantan aktivis yang semasa menjadi mahasiswa mereka juga melakukan kritikan, dan sebagainya kepada pemerintahan pada masanya. Dan ujung-ujungnya ketika ia naik jabatan mereka sendiri yang justru di demo. 

Jangan sampai generasi selanjutnya juga nasifnya demikian seperti pemimpin-pemimpin kita terdahulu. Mengapa dari tahun bisa terjadi demikian? Apakah karena sistem yang kita gunakan memang tidak menerapkan di dalamnya peraturan-peraturan dari yang menciptakan manusia itu sendiri? Entahlah, segala perbuatan pasti akan ada konsekuensinya. 

Maka dari itu,  penulis merekomendasikan semua masyarakat di Indonesia maupun di belahan dunia manapun untuk sama-sama bersiap-siap merombak sistem yang telah lama bobrok. Tapi saya yakin, suatu saat hadis Rasulullah Saw dan janji Allah akan terbukti entah setelah perang dunia ke tiga terjadi dan selesai, lalu sistem kapitalisme yang penuh riba ini runtuh dan kembali kepada sistem  yang memegang nilai-nilai kebenaran untuk kemaslahatan umat dan negara.

Tidak mungkin semuanya terjadi jika hanya satu dua yang berniat dan bergerak untuk membuat sebuah peradaban baru demi terwujudnya masyarakat adil, makmur yang diridhoi oleh Tuhan Pencipta alam semsesta ini. Maka saat ini salah satu cara kita berjuang yaitu dengan cara menyampaikan solusi ini kepada seluruh ummat sedikit demi sedikit. Setelah semuanya terealisasikan, ini artinya bahwa kita telah mencoba untuk berusaha merealisasikan janji yang penuh kemuliaan dari ucapan Rasulullah Muhammad SAW. "Tsumatakunuu Khilafatan ala minhajinnubuwah."

Apakah kita tidak ingin mendapatkan kemuliaan tersebut? Ini adalah waktu dan kesempatan yang tepat untuk mencoba membuat sebuah peradaban baru disaat sistem telah bobrok. Disaat Corona menyapa dunia dan perlahan-lahan akan memusnahkan sejarah ini. Pemuda harus bergerak dikarenakan sebab. Sanggup berkolaborasi untuk memperjuangkan kebangkitan kedua ummat  yang dijanjikan Rasulullah SAW tersebut adalah kemuliaan besar. 

Berabad-abad lamanya, ummat ini terjajah oleh penguasa imprialisme. Sudah saatnya ummat bangkit dari keterpurukan yang menghimpit. Bertahun-tahun perjuangan tak pernah terealisasi untuk membuat peradaban baru. Kini saatnya Tuhan  menolong hamba-hambanya melalui yang tak di sangka. Yakinlah bahwa setiap usaha yg dilakukan akan mendapatkan "rewarding" dari sang Pencipta. Segala daya kekuatan itu urusan dan milik-Nya semata. Kita hanya bisa berdoa dan ikhtiarkan bersama. Hingga sebagian yang meyakini hanya bisa menunggu saatnya Corona ini mereda dan mengembalikkan dunia yang membaik dengan seizin Tuhan. 

Tahun lalu, penulis juga pernah  diposisi tidak pro dengan adanya peradaban baru semisal harus membuat peraturan-peraturan negara yang berasal dari Tuhan, sebut saja negara Khilafah. Bahkan Ketika berdiskusi, penulis paling sering menyanggah dan menentang Ustazah di salah satu forum Organisasi yang bergerak untuk memperjuangkan tegaknya negara Khilafah kembali. 

Tetapi minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun berganti ketahun lain penulis baru terluluhkan dengan sebuah hadis Rasulullah SAW : "Tshuma Takuunu hilafatan ala min'hajinnubuwah", yang artinya kemudian kelak diakhir zaman akan ada masa pemerintahan yang metode pemerintahanya sama seperti metode pemerintahan Rasulullah SAW. 

Itulah yang membuat hati penulis tergerak, yakin dan terus menyuarakan janji yang suatu saat ini akan teraliasikan di akhir zaman ini. Bahkan wabah Corona ini, sebenarnya juga telah disabdakan-Nya bahwa "kelak diakhir zaman, akan ada wabah dan penyakit yang melanda umat manusia diseluruh dunia. Kecuali ummatku yang senantiasa selalu menjaga wudunya".

Dan sekarang, virus Coronalah yang telah merealisasikan sabda Rasulullah SAW. Hingga ummat masih setia menanti terealisasaikannya janji yang mulia, yaitu tegaknya Khilafah kembali dan kedamaian dunia. Rasanya mustahil memang berhubung kita tidak mengetahui kapan Corona ini berakhir. Tapi satu prinsif penulis, yaitu YAKIN. Bukankah Tuhan itu berkuasa atas segala sesuatu?

TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN SELAMA KITA MASIH HIDUP DI DUNIA 

Dan satu hal yang ingin penulis sampaikan pada pemuda hari ini, bahwa kekuatan negara berada ditangan kaum pemuda yang bangkit jiwa-jiwanya. Ditangan pemuda segala yang muskyil bisa menjadi riil, karena anak muda adalah antitesis segala yang mustahil. Jika pergerakan mengubah sistem paska pandemi Corona ini berakhir, atau setelah perang dunia ke tiga terjadi, dan itu hanya untuk kebaikan masa depan umat manusia, kenapa kita menolak dan tidak menginginkan berada di garda perjuangan? 

Suka tidak suka tapi ketahuilah, bahwa Khilafah itu pasti akan terwujudkan kembali. Entah kapan itu terjadi, karena janji Rasulullah SAW tidak pernah bohong. Sama halnya ketika kota Konstatinovel tertaklukkan pada tahun 1453, itu merupakan salah satu realisasi dari janji Rasulullah SAW.

Dulu, negara Khilafah pernah berjaya memimpin dunia selama 13 abad lamanya. Dan mampu mensejahterahkan rakyat dari berbagai latar belakang agama, budaya, adat istiadat yang berlindung di bawah naungan Khilafah. Tidakkah kita merindukan sistem yang demikian?

Meyakini adalah awal menuju peradaban. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika Tuhan berkata iya. Iss'inaf. Itu cukup bagi kita meyakini.

Akhir kalimat, penulis harapkan agar Tuhan tetap menjaga, melindungi, memelihara kita semua dimanapun dan kapanpun kita berada. Semoga wabah Corona ini berakhir dengan suasana dunia yang semakin membaik. Dan berdirinya negara Khilafah dalam memimpin dunia kembali adalah harapan besar penulis. Tetaplah berfikir positif di balik  Corona yang Tuhan kirimkan sebagai peringatan saat ini. 

Tuhan lebih mengetahui dari pada kita sebagai hamba-Nya. Jangan pernah kalian sesali segala yang terjadi di muka bumi ini, karena kisah kita sudah tertulis lebih dari 1400 tahun sebelum penciptaan bumi. Jadi, kisah Corona dan  tegaknya Khilafah kelak setelah perang dunia ke tiga terjadi bukanlah kebetulan. Melainkan telah tertulis secara perinci oleh sang SUTRADARA..

Tetap semangat, optimis, dan tetap meyakini, karena keyakinan adalah sepucuk surat bagi masa depan dunia. Kaki langit adalah tapal batas untuk ditaklukkan.

Rabu, 13 November 2019

Implementasi Nyeput Di Balik Sasak Tulen

                 


 Kalian percaya tidak dengan ramalan? Kali ini, saya akan melakukan ritual nyeput di balik naskah Sasak kuno.

Hari demi hari saya mencoba mengajak teman-teman saya untuk ikut penelitian bersama saya, dan syukurnya meskipun jadwal padat, sore ini saya diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk melakukan penelitian. Saya pun menyempatkan waktu kosong tersebut dengan hal yang positif, yaitu berniat mencari ilmu walau di Belatung Mapak yang tidak membutuhkan waktu cukup lama dalam perjalanan dari Mataram. Keluar dari kelas yang kosong, saya menemukan dua teman saya yang siap menemani perjalanan saya menuju lokasi penelitian, kemudian setelah kami bertiga melakukan solat asyar sebelum perjalanan, datanglah tujuh teman-teman yang sekelas juga dengan saya.

Kami sempat melakukan perbincangan beberapa menit, dan alhasil memutuskan untuk pergi bersama-sama dalam penelitian mencari pengetahuan sekaligus pengalaman baru tentunya. Padahal hari sebelumnya, kita tidak pernah janjian. Tetapi inilah rencana Tuhan. Rencana Tuhan itu indah, jika kita melibatkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.

Sesampai di lokasi, akhirnya kami disambut dengan senyuman nan ramah oleh sang kakek dan sang nenek bernama Wasiah yang sampai kini masih menyimpan naskah kuno yang bisa digunakan untuk Nyeput. Beberapa sa’at kemudian, sang nenek menyuguhkan teh kepada kami, kami pun sebelumnya tak lupa membawakan buah tangan untuk mereka. Kami duduk melingkar dan dengan khusuk menyimak apa yang kakek jelaskan kepada kami, yaitu tentang kisah Rasulullah Muhammad SAW dalam sebagian perjalanan hidup beliau. Dan disatu sisi lain, kami diberitahukan sebagian arti tulisan dalam naskah kuno yang ia keluarkan. “Seorang anak jika memiliki cita-cita, maka orang tua akan turut mendukung anaknya.” Itulah sepenggal arti yang saya tuliskan dalam tulisan ini.

        Kemudian  beberapa menit setelahnya barulah kami melakukan Nyeput satu persatu. Semua teman-teman saya mengakui realita yang terjadi dalam dirinya melalui Nyeput tadi. Mereka pun akhirnya percaya melalui implementasi dari hal tersebut. Dan kali ini, saya sendiri yang terakhir kalinya akan melakukan Nyeput, sedikit deg-degkan memang saya rasakan, tapi penasaran.

       Akhirnya saya mencoba melakukannya, saya mulai membuka lembaran naskah kuno dengan mengucapkan basmallah, menunjukkan jari-jari tangan saya ke dalamnya secara spontan. Sang kakek membacakan dengan tafsirannya. Dan  apa yang kakek katakan dalam hal tersebut? Bahwa pikiran saya sedang guncang, takut ditegur, kadang-kadang suka terdiam, tidak cerewet. Masih memikirkan diri dalam hati. Ada yang saya fikirkan katanya? Masa depan, saudara, ibu bapak, kehidupan. Fikiran saya masih tersimpan dalam hati. Sulit akan dikeluarkan katanya. Itulah sepintas yang diberitahukan setelah melakukan Nyeput. 

Saya terdiam sejenak, dan teman-teman saya pun mengiyakan apa yang dikatakan sang kakek. Saya sempat bingung dan bertanya-tanya pada diri saya sendiri. “Mengapa sang kakek tersebut bisa mengetahui diri saya sa’at ini? Apakah sang kakek memiliki indigo .. memiliki indra keenam? enggak-enggak, ini kan berdasarkan tafsiran isi kitab yang saya tunjuk.” Kata hatiku berfikir. “Fikiran saya terlalu banyak memang kek, apa yang kakek katakan ini saya akui .. isi hati saya juga sulit saya keluarkan, entah kenapa kek .. saya juga ndak tau”, responku sepintas kepada sang kakek. Teman-teman saya pun mengiyakan apa yang saya katakan .. mereka merekomendasikan agar saya tidak terlalu memikirkan segalanya.

Itulah sepenggal cerita saya dan teman-teman saya sa’at melakukan Nyeput di balik naskah kuno, saya bisa mengambil pelajaran dari hal tersebut. Setidaknya saya bisa sedikit melepaskan beban yang ada difikiranku melalui pengalaman ini, pengungkapan ini, pencerahan ini. Semoga bermanfa’at untuk kita ambil sebagai pelajaran. 

         Dan pesan saya untuk saya pribadi dan kalian yang membaca tulisan saya ini .. jangan pernah berputus asa dalam mencari ya, jangan pernah berhenti mengeksplorasikan segalanya secara universal. Karena itu merupakan proses kita menuntut ilmu .. ilmu itu sangat luas. Terkadang bersifat objektif dan subjektif. Tetapi kebenaran yang mutlak datangnya hanya dari Tuhan Yang Maha Esa. Kenapa? Karena kebenaran lainnya dapat diperoleh melalui pengindraan, dengan cara penelitian/observasi tentunya. Tetapi pengindraan manusia itu ternyata bersifat lemah. Kenapa bersifat demikian?  Karena ketika manusia mengatakan benar, namun realitanya tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta yang ada, maka itu logislah, untuk mencapai suatu kebenaran, pengindraan manusia harus dipandu oleh Tuhan. Dan Tuhan memandu manusia dalam kitab suci berupa Al Qur’an. Dengan emfirisasinya terdapat di dalam As-Sunnah. 

Tetap semangat menuntut ilmu dan tetap mengedepankan  tidak ada paksaan dalam melakukan apapun. Dimana ada niat yang baik .. pasti Tuhan akan memberikan jalan-Nya. Dan akhir kata saya ingin mengutip salah satu sabda Rasulullah Muhammad Saw : “Barang siapa yang menuntut ilmu, maka Tuhan pun akan mempermudah bagi-Nya jalan menuju syurga” .. (Hadis Riwayat Muslim).
#SelamatMalam
#JanganLupaBelajar

Rabu, 23 Oktober 2019

Isi Naskah Kuno di Desa Sade




    Hari ini merupakan hari yang sangat berkesan dalam sejarah hidup saya. Mengapa? Karena pada hari selasa ini, bertepatan tanggal 22 Oktober 2019 inilah pertamakalinya saya mulai melakukan penelitian terkait naskah-naskah kuno yang terkandung di dalamnya isi atau makna dari adat istiadat dan kebudayaan masyarakat yang heterogenitas. Terkesan menarik memang dan sungguh romantik. 

    Diawal perjalanan saya, saya tentu tidak hanya sendiri. Akan tetapi saya ditemani bersama empat teman saya. Kami menikmati disetiap perjalanan menuju lokasi. Dari Mataram menuju Desa Sade namanya yang membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih lamanya. Desa Sade sepertinya sudah tidak asing lagi didengar oleh masyarakat lokal yang tinggal di pulau Lombok.

      Keunikan tempat tinggal dengan pagar dan jerami yang sejak 1975 tahun yang lalu sudah dikunjungi banyak orang dan menjadikan desa Sade berhasil dijadikan sebagai tempat pariwisata yang khas dan unik di pulau Lombok. Dari hasil penelitian kami tentang naskah kuno yang terdapat di desa Sade, desa Sade sebenarnya mempunyai arti yaitu obat/sadar. Desa Sade awalnya bukan semata-mata tempat wisata, tetapi desa Sade merupakan tempat tinggal dengan kebudayaan atau adat istiadat dari hasil peninggalan nenek moyang mereka.

      Di desa Sade, kini sudah terdapat 150 kk, 150 rumah dan 750 penduduk dengan 17 generasi hingga saat ini. Salah satu yang masih melekat dalam tradisi mereka yaitu ‘Merariq’. Merarik ini merupakan kawin culik dalam artian menunaikan janji yang nilainya itu sangat suci. Semua masyarakat yang tinggal disana masih terikat kekeluargaan semua. Anak perempuan tidak diizinkan menikah kecuali setelah mereka sudah bisa menenun. Di desa Sade, terdapat empat naskah kuno peninggalan nenek moyang mereka, yaitu :

1. Rengganis, yaitu kisah seorang putri.
2. Puspe Karme, yang merupakan induknya atau yang paling besar dalam adatnya.
3. Mas Kemambang, berisi puisi atau syair seorang laki-laki.
4. Jatis Ware, berisi ucapan seorang laki-laki yang berbicara tentang isi atau makna dari adat dan budaya yang terdapat dari kitab-kitab yang lain.

     Naskah kuno mulai dipakai masyarakat Sade sekitar tahun 1079 Masehi dan dilestarikan hingga sekarang. Naskah kuno bisa dipakai ketika adanya acara sakral seperti acara perkawinan, sunatan dan ngurisan. Diacara perkawinan biasanya menggunakan naskah kuno Jatis ware/Puspe karme/Rengganis. Diacara sunatan bisa menggunakan naskah kuno Rengganis untuk anak permpuan, Jatis ware untuk anak laki-laki, dan Naskah kuno Mas Kumambang hanya khusus untuk anak laki-laki. Dan untuk acara ngurisan, biasanya menggunakan Jatis ware, Rengganis untuk perempuan dan Mas Kumambang untuk laki-laki.

  Selanjutnya, di desa Sade mereka menjunjung tinggi nilai besangi. Nilai besangi ini merupakan sebuah nazar yang harus ditepati oleh tiap-tiap masyarakat Sade ketika ia berjanji untuk melakukan sesuatu hal yang dianggap baik baginya. Jika perjanjian itu tidak ditepati, maka akan datang mimpi-mimpi buruk terhadap mereka seperti bermimpi tentang kerbau yang dipenggal lehernya. Dan jikalau diabaikan, maka akan ada tumbalnya seperti salah satu keluarga mendadak sakit bahkan bisa meninggal dunia.


LINK UNTUK JOIN TRADING GAES : LEGAL dan DIAWASI BAPPEBTI

      https://mifx.com/live/r/sugiatni (Salin tautan tersebut ke google gaes untuk registrasi pembuatan akun demo maupun akun real) Info dep...